Senin, 20 Oktober 2014

Undangan Peringatan 1 Muharram 1436 H

No        : 10 / DKM-A.F / 10 / 2014                           
Perihal        : Undangan Peringatan 1 Muharram 1436 H       

Kepada YTH
Bapak / ibu Warga Perum AL-FALAH 4
Di tempat

Segala puji bagi Allah SWT, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Dengan adanya surat undangan ini, kami selaku pengurus DKM  mengundang Bapak/ ibu untuk hadir pada Peringatan 1 Muharram 1436 H  yang insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal          : Jum’at Malam Sabtu, 24 Oktober 2014
Jam                      : 18.00 – selesai (ba’da Magrib)
Tempat                : Masjid As-sidiq RA
Agenda                 : Peringatan 1 Muharram 1436 H & Pembacaan Doa akhir tahun

Mengingat sangat pentingnya acara ini, kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak / ibu .
Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Bogor , 20 Oktober 2014
Ketua DKM


Ust. Nurdin

N.B : Dimohon partisipasinya dari tiap gang
untuk membuatkan tumpeng dalam rangka
memupuk rasa kebersamaan antar warga

Jumat, 17 Oktober 2014

Ya Alloh Sayangilah Orang Tua Kami..................



 
Menyayangi orang tua menempati kedudukan yang tinggi dalam agama Islam. Perintah berbakti pada orang tua ditempatkan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran sesudah perintah beribadah kepada Allah dan sesudah larangan menyekutukan-Nya. 
 
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak.” (Al Isra’: 23). 

Kamis, 09 Oktober 2014

Punggungku adalah kursi yang nyaman untuk ayahku… (Ya Alloh betapa bahagianya Bapak ini memiliki anak yang Sholeh..)

Itulah ucapan jamaah haji asal India saat menggendong ayahnya yang telah berusia 80 tahun, saat keduanya menunaikah ibadah haji tahun ini, tahun 1435 H/2014 M. Nama anak itu adalah Muhammad Rasyid. Ia berusia 50-an tahun. Rasyid menyatakan, ia bisa saja membawa kursi roda untuk membantu ayahnya menunaikan satu per satu rangkaian ibadah haji. Namun menurutnya ayahnya yang sepuh itu lebih merasa nyaman berada di atas punggunya. Jadi ia lebih memilih cara itu agar ayahnya merasa lebih senang.
“Aku bisa mendorongnya dengan kursi roda atau alat pengangkut sejenisnya, tapi punggungku lebih nyaman untuk ayahku,” katanya kepada harian al-Watan.

Jumat, 03 Oktober 2014

Benarkah Pemotongan Qurban sesuai Syariat Islam Tidak Manusiawi ? Think again…

Menurut mereka (non muslim), kalau kita ingin mengkonsumsi daging binatang ternak, maka haruslah dengan cara yang baik, tidak dengan menyiksa atau menganiaya ternak semacam itu. Cara yang terbaik, menurut mereka, adalah dengan memingsankan ternak terlebih dahulu, untuk selanjutnya disembelih setelah tidak sadar (pingsan). Pemingsanan dapat dilakukan dengan berbagai alat pemingsan, seperti : stunning gun, pembiusan, atau menggunakan arus listrik. Setelah pingsan, hewan tersebut tidak akan merasa kesakitan. Cara seperti ini mereka yakini sebagai cara yang terbaik, karena hewan tidak meronta-ronta, tidak nampak kesakitan, tidak nampak teraniaya, dan ‘sepertinya’ tidak merasakan sakit (karena telah pingsan).